-->

Sunday, April 17, 2016

10 WNI Disandera Kelompok Teroris Filipina Abu Sayyaf

Penyanderaan oleh Teroris


Penyanderaan adalah kegiatan menawan seseorang supaya keinginan penyandera terpenuhi. Banyak hal yang dapat dilakukan penyandera yaitu dengan cara menawan seseorang dengan tujuan uang tebusan, atau melakukan sesuatu seperti membunuh orang, menghancurkan perusahaan, dll. Kegiatan ini termasuk dalam kegiatan kriminal karena merugikan banyak orang.

Para penyandera termasuk orang yang licik karena menghalalkan segala cara untuk mewujudkan keiginannya. Mungkin anda berpikir para penyandera termasuk orang gila yang tidak punya otak, sebab mereka tidak memikirkan perasaan dari keluarga korban penculikan, bisa kita lihat bahwa mereka tidak peduli dengan hal tersebut bagi mereka keinginan mereka yang terdalam ataupun impian mereka terpenuhi itu sudah cukup.

Bagi penyandera tidak ada kata toleran atau moral bagi mereka tindakan mereka itu adalah benar. Hilangnya rasa menghargai demi mewujudkan keinginan itu termasuk kegiatan tidak terpuji, seperti berita yang menjelaskan bahwa kelompok teroris Abu Sayyaf dari Filipina telah menawan 10 WNI sejak 2 minggu yang lalu.

Naas bagi mereka dengan seluruh keluarganya padahal mereka adalah para awak kapal dari Pandu Brahma 12 dari Perusahaan Tambang Batu Bara Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ternyata, bukan hanya Indonesia saja yang warga negaranya disandera melainkan ada yang dari Kanada, Jepang, dan Amerika. Melihat Abu Sayyaf yang melakukan penyanderaan warga asing bisa disimpulkan bahwa mereka ingin menunjukkan bahwa pemerintah Filipina itu lemah dalam melakukan negoisasi atau melawan aksi mereka, itu menurut penuturan dari pengamat terorisme Ali Fauzi.

Berbagai upaya dari Pemerintah Indonesia telah dilakukan untuk membebaskan 10 warga WNI masih mengambang ini dikarenakan pihak Indonesia masih berkomunikasi dan membicarakannya dengan Pihak Filipina, hal ini sudah dikoordinasikan dengan Kemenlu Filipina dan Presiden Filipina. Berbagai Upaya masih diupayakan bahkan petugas dari Filipina dan kelompok Abu Sayyaf sempat terjadi baku tembak yang menyebabkan Filipina kehilangan 18 prajurit di perbatasan kota Tipo-tipo dan Al-Barka di Pulau Basilan, di kubu pemberontak 5 orang tewas termasuk seorang ekstremis asal Maroko, bernama Mohammad Khattab.

Sebelumnya Kelompok Abu Sayyaf meminta uang tebusan senilai 50 juta Peso atau 14,3 Miliar kepada pemilik kapal. Apabila pemerintah memunuhi permintaan tersebut maka akan banyak kegiatan penyanderaan serupa yang dilakukan kelompok teroris yang lain, hal Ini menurut pakar terorisme Ali fauzi.

Kelompok Abu Sayyaf adalah kelompok yang kerap melakukan kekerasan di Filipina Selatan. Markas mereka ada di pulau Basilan, Mindanao, Jolo-jolo, dan Tawi-tawi. Kelompok ini kerap menculik, dan menyandera warga asing, bahkan meminta tebusan. Pendirinya adalah Abdurajak Abubakar Janjalani bekas anggota Front Nasional Pembebasan Moro.

Abdurajak pernah kuliah di Libya dan Mesir. Pada era 1980-an ia pergi ke Pakistan dan bergabung dengan Mujahidin di Afghanistan. Pasukan mereka awalnya 50 orang dan sekarang kurang dari 500 orang. Tujuannya untuk membentuk negara Islam. Abdurajak tewas saat tentara Filipina menyerang di penghujung 1998 dalam usia 39 tahun. Saudara kembarnya, Khadafi Abubakar Jajalani menggantikannya pada usia 23 tahun

Sekilas tadi sudah saya sampaikan sedikit info tentang kelompok Abu Sayyaf. Dalam agama Islam tidak diajarkan untuk bertindak secara anarki, karena yang diajarkan adalah sebuah cara yang lembut, bukankah setiap agama selalu mengajarkan kebaikan, sekali lagi di pentingkan untuk memahami sesuatu secara menyeluruh jangan setengah-setengah.

Bila kita menerima info jangan kita telan begitu saja melainkan kita cerna terlebih dahulu baru kita terapkan, apabila kita langsung telan, maka kita sendiri yang hancur. Semoga keluarga dari korban diberikan ketabahan dan kekuatan. Semoga juga pemerintah kita berhasil membebaskan warga WNI yang di tawan oleh kelompok Abu Sayyaf.


Referensi :
http://nasional.kompas.com
http://beritagar.id

Sumber Gambar :
Cover - http://nasional.kompas.com


About The Author:

Syaiful Anwar [Co-Author of this Blog]

Arema tulen yang bercita-cita jadi orang sukses, mengejar cita-citanya yang tinggi dengan kemauan kuat bagai baja yang tebal.


Let's Get Connected: Twitter | Facebook | Google Plus| Instagram

0 comments:

Post a Comment

Feel free to ask if you have any questions..
Don't forget to thick "Notify me" so you can know when I'm answer your question later..
Or you also can bookmarking this post..

Thank you :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More