-->

Saturday, December 5, 2015

TOEFL ITP : Pengganti TOEIC Sebagai Salah Satu Syarat Pendaftaran Wisuda Universitas Brawijaya


Logo TOEFL ITP ETS

Terhitung semenjak kisaran awal tahun ini (saya lupa pastinya), TOEIC yang dulunya digunakan sebagai salah satu persyaratan pendaftaran wisuda kini telah digantikan oleh TOEFL ITP. TOEFL ITP sendiri adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language Institutional Testing Program.

Sekilas, TOEFL ITP ini nampak sama dengan TOEIC. Hal ini dikarenakan TOEFL ITP hanya menguji kemampuan Listening, Structure and Written Expression, dan Reading. Tidak ada Writing.
Kurang lebih setara dengan TOEIC yang hanya terdiri dari Listening dan Reading.

Ok, itu teorinya. Sekarang kita bandingkan materi soalnya. Bagi kalian yang berharap soalnya lebih mudah daripada TOEIC saya mohon maaf. Saya harus mengatakan bahwa soal TOELF ITP tingkat kesulitannya masih di atas TOEIC, walaupun tidak ada Reading sekalipun. Tidak masalah untuk mahasiwa yang hanya ikut tes ini untuk memenuhi salah satu persyatan pendaftaran wisuda, tetapi masalah untuk yang ingin mendapatkan bonus berupa sertifikat.

Untuk pendaftarannya kalian bisa langsung datang ke gedung INBIS lantai 4, di sana akan ada seorang penjaga (biasanya) bernama Ibu Ken Saraswati dan juga seorang satpam dengan buku besar di atas meja yang berada depan mereka. Saya kurang tahu pastinya tetapi kemungkinan beliau hanya ada di lantai 4 jika sedang ada jadwal tes. Jika beliau tidak ada di lantai 4, berarti beliau ada di ruangannya di lantai 3. Tidak seperti TOEIC dulu yang jadwalnya sudah pasti, TOEFL ITP menggunakan sistem kuota seperti halnya wisuda. Jadi ketika pendaftar sudah memenuhi kuota, jadwalnya baru dikeluarkan.

Tesnya sendiri sudah saya sebutkan secara tersirat di paragraf sebelumnya, yaitu di INBIS lantai 4. Sama seperti TOEIC tempo dulu, kelemahan tes yang digelar di INBIS adalah sesi Listening menggunakan speaker dengan bass yang cukup besar. Ini akan mempersulit kita untuk mendengarkan apa yang sedang dibicarakan, terutama jika sang pembicara adalah pria dengan suara bass. Praktis kita hanya akan mendengarkan dia seperti menggumam saja, berbeda jika sang pembicara adalah perempuan. Jika TOEIC bisa diakali dengan memilih tempat duduk yang dekat dengan speaker, untuk TOEFL ITP tempat duduk sudah ditentukan sesuai nomor urut pendaftaran. Jadi bersiaplah untuk yang mendapatkan tempat duduk jauh dari speaker.

Tidak sampai di situ, sesi Listening sendiri dialognya cukup panjang untuk setiap pertanyaan. Bahkan untuk soal-soal akhir, untuk satu buah cerita akan mencangkup 5-6 pertanyaan sekaligus. Sudah mendengarkan orang menggumam, kita harus mencoba mencerna dengan cepat agar bisa menjawab soal-soal berantai. Seandainya saja diganti dengan headset. Haha, tapi namanya juga gratisan.

Sekarang kesulitan teknis, untuk kalian yang menargetkan dapat nilai di atas 500, perbanyaklah kosa kata kalian dalam Bahasa Inggris. Kalian akan menemui banyak kata-kata yang menurut kalian asing jika tidak sering membaca berita, jurnal, dan buku berbahasa Inggris.

Sertifikat akan kalian dapatkan jika kalian mendapatkan nilai 500 ke atas, sedangkan jika di bawah itu kalian hanya akan mendapatkan semacam lembaran dengan nama kalian beserta nilai. Sertifikat atau lembaran nilai tersebut dapat kalian ambil di Gedung Dekanat fakultas masing-masing. Kata orang INBISnya sih kira-kira 2-3 minggu setelah tes baru hasilnya akan keluar. Caranya bisa dicek di SIAM bagian KEMAHASISWAAN > SERTIFIKASI TOEFL ITP.

Ini yang mungkin tidak banyak diketahui mahasiswa yang kurang mau bertanya, mereka kebanyakan akan mengeluh kalau ada tes-tes beginian kapan saya bisa wisuda? Jawabannya akan saya jawab menjadi 3 opsi, yaitu :

1. Jika kalian ngebet banget ingin wisuda
Hubungi bagian recording jurusan atau fakultas kalian (pokoknya tempat untuk mengurus persyaratan wisuda yang menyebutkan sertifikat TOEFL ITP) dan katakan bahwa kalian ingin segera menyelesaikan persyaratan dan bertanya apakah bisa diakali. Untuk jurusan saya, Teknik Elektro, bisa memakai surat pernyataan bahwa kita sudah mendaftar TOEFL ITP dan nantinya akan segera menyerahkan bukti berupa sertifikat ketika sudah muncul.

2. Ingin wisuda tapi tidak ngebet-ngebet banget
Kalem dan tunggu jadwal TOEFL ITP kalian keluar. Nanti di saat hari H kalian akan diberitahu oleh pembimbing tes (apalah namanya), bahwa kalian bisa meminta surat tanda sudah mengikuti ujian. Bisa kalian urus setelah mengikuti tes pada hari H. Kebanyakan mahasiswa tidak mendengarkan ini, saya sendiri heran.

3. Tipe santai, selow saja
Yoi ma men, tidak perlu dijelaskan untuk tipe yang ini. Ikuti saja prosedurnya sampai sertifikatnya muncul. Tetapi dari kabar yang beredar sertifikatnya tidak keluar-keluar. Katanya 2-3 minggu sudah keluar tetapi ada yang mengatakan 2-3 bulan belum keluar. Saya sendiri juga iseng-iseng ikut TOELF ITP mumpung gratisan dan kini hampir 2 bulan belum keluar juga. Hehe, tapi kalau saya tidak masalah karena masih ada sertifikat TOEIC.

Tiga keadaan di atas itu hanya diperuntukkan untuk yang suka mengerjakan dadakan, untuk mahasiswa yang merencakan segala sesuatu dengan matang pasti tahu bahwa mendaftar TOEFL ITP ini sebaiknya menjelang atau saat kalian sedang mengerjakan skripsi.

Bagaimana, ingin hanya sekedar tes atau ingin dapat sertifikatnya juga? Cek contoh soalnya di sini https://www.ets.org/toefl_itp/content/sample_questions/ jika memang benar-benar ingin mendapatkan sertifikat. Pastinya dengan mendapatkan sertifikat kalian akan mendapatkan keuntungan berupa dapat menggunakannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya ataupun melamar pekerjaan (jika termasuk dalam persyaratan).

Good luck.

Sumber Gambar :
TOEFL ITP :
http://www.rbs.lv/files/rbs/content-images/ELC/TOEFL_S_ets-toefl-itp-logo1.png



Baca juga : Akhirnya Sertifikat TOEFL ITP UB Keluar Juga

About The Author:

Ferdy Hendrawan [Administrator of this Blog]

Seorang self-employed lulusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya yang kini mendalami dunia trading market dan juga dunia per-Blogger-an. Kunjungi juga blog saya yang baru di Fair_De's Corner


Let's Get Connected: Twitter | Facebook | Google Plus | YouTube

7 comments:

  1. Kalau sekarang daftar toefl sama ic3 dimana mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya saya kurang tahu secara pasti karena memang terakhir ke kampus 2 bulan yang lalu, tapi kemungkinan besar sih masih sama.

      Untuk daftar TOEFL bisa datang ke INBIS, tanya saja kepada orang di sana untuk daftar TOEFL di mana. Yg pasti bukan lantai 1. Atau langsung saja dicek pada lantai 2-4.

      Untuk daftar IC3 bisa ke rektorat lantai 2, atau bisa tanya-tanya ke resepsionis lantai 1 terlebih dahulu. Siapa tahu sudah berubah tempatnya.

      Delete
  2. oke suippp! kalau punya tutorial, soal2, simulasi toefl, toeic, ic3 dan sebagainya boleh minta link atau kirim ke email saya gak mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukannya di atas sudah ada contoh buat TOEFL ITP ya? Coba dicek lagi :)

      Untuk IC3 mau ngasih link tapi kurang yakin. Soalnya kalau dulu yang ngasih sertifikat Certiport. Nah, klo sekarang apakah masih sama?

      Delete
  3. Mas saya elektro ub juga, saya baru daftar belum tes Toefl inbis minta surat recording bisa? Rekording berapa bilang gimana ya hehehe makasih yaa

    ReplyDelete
  4. Mas saya elektro ub juga. Baru daftar tes toefl inbis belum tes, minta surat rekording bisa? Rekording berapa bilang gimana ya makasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum tes tapi sudah mau daftar wisuda?

      Bilang ke Mbak Heni (Recording 1), ya bilang aja udah daftar toefl tapi masih belum keluar jadwalnya.

      Ini kalau masih boleh ya.

      Delete

Feel free to ask if you have any questions..
Don't forget to thick "Notify me" so you can know when I'm answer your question later..
Or you also can bookmarking this post..

Thank you :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More