-->

Solusi untuk Mengatasi Android yang Tidak Bisa Bergetar (Vibrate) karena Terjatuh


Kejadian ini terjadi bulan lalu, di mana waktu itu kondisi saya masih dalam keadaan setengah sadar karena baru saja bangun tidur. Tangan saya secara reflek mencari smartphone yang biasanya saya letakkan di sekitar bantal. Biasa, untuk mengecek sudah jam berapa sekarang. Saat itu tertera angka 4:30 di smartphone (Android) saya. Sudah waktunya Salat Subuh di daerah saya, karena waktu Subuhnya sendiri sekitar jam 4:15-4:20. Saya pun segera beranjak dari tempat tidur untuk segera berwudu.

Jika biasanya smartphone tersebut saya letakkan kembali di sekitar bantal ataupun di kasur, entah kenapa waktu itu seakan saya ingin membawa smartphone ke tempat saya akan berwudu. Alhasil, karena masih dalam keadaan setengah sadar, baru berjalan sekitar satu meter dari tempat tidur, saya merasakan smartphone saya tersebut menghilang dari genggaman saya. Duukkk...! Bunyi benda jatuh tersebut seketika membuat saya sadar sepenuhnya. Holy shit! Astaghfirullah! Segera saya ambil kembali dan segera mengetesnya. Hmm, masih bisa hidup. "Ok, sepertinya normal saja. Alhamdulillah," gumam saya. Setelah itu saya tancapkan saja ke charger karena memang saya terbiasa men-charge sekitar pagi hari, walaupun biasanya baru saya lakukan sesudah salat. Setelah itu saya biarkan saja sampai baterainya terisi penuh.

Keanehan baru saya rasakan setelah mencoba menggunakannya untuk menulis pesan pada pukul 6:30. Kenapa kok tidak ada getaran ketika saya mengetik di virtual keyboard ? Well, saya pun mengecek apakah saya sudah berada di mode vibrate. Saya lihat icon di atas ternyata sudah.


Saya pun mencoba memainkan volume ke mode silent kemudian kembali ke mode vibrate lagi di homescreen. Biasanya akan ada getaran sesaat ketika kita switch ke mode vibrate dari mode lainnya. Ternyata masih tidak ada. Mulai panik.

Karena memang suka mengutak-atik sendiri jika ada barang elektronik yang rusak, saya pun segera mengambil obeng kecil dan membuka membuka mur-mur di case belakang smartphone. Hmm, ternyata casingnya berlapis, semacam membuka laptop Toshiba Satellite. Belum terlihat PCB-nya ketika dibuka lapisan pertama, dan saya pun tidak mau mengambil resiko karena memang belum membackup data-data penting di dalamnya.

Mulai berpikir harus service di mana dan memakai apa sebagai penggantinya. Tetapi karena ada keinginan untuk tidak membawanya ke tempat service, saya pun berpikir cara-cara untuk mengakalinya, karena jika diservice dan ternyata antriannya banyak, mau tidak mau kita harus menunggu setidaknya beberapa hari.

Entah dari mana mulanya, tiba-tiba terpikir cerita khas sinetron Indonesia, di mana ada orang yang kepalanya terbentur oleh berbagai sebab kemudian mengalami amnesia dan bisa menemukan kembali ingatannya setelah kepalanya terbentur lagi.

Langsung saja saya segera membawa smartphone yang sedang sakit ini ke kamar tidur, karena saya membutuhkan kasur sebagai perantara kebejatan yang akan saya lakukan. Ok, yak, siap ? Beberapa yang membaca ini pasti sudah bisa menebak apa yang akan saya lakukan. Sebelum melakukan ritual ini saya menarik nafas dulu panjang-panjang.

"Hiaaaaaatttttt."
"Jeduuuubbbb."

Begitulah suara saya yang sedang membanting smartphone ke kasur dan bunyi yang ditimbulkan oleh dentuman smartphone yang terpantul. Langsung saya ambil kembali dan saya cek apakah getarannya sudah kembali normal. Sadly belum.

Ok, percobaan kedua harus sedikit lebih bertenaga, tetapi tetap jangan sampai smartphonenya terlempar ke luar area kasur.

"Jeduuuubbbbbbb."
"Drttt."

Wow, sepertinya saya mengenali bunyi terakhir yang terdengar dari arah smartphone saya. Langsung saya mainkan tombol volume untuk mengecek apakah benar sudah berfungsi atau belum vibration motornya.

"Drttt."

Oh, yeah. Ternyata memang benar sudah berfungsi vibration motornya. Hahaha, tidak ada ruginya mencoba cara nyeleneh sebelum berangkat ke service center. Bagaimana, apakah Anda mau mencobanya sendiri ? Jika sudah mencobanya lebih dari 100x tetapi belum benar juga, memang sudah saatnya Anda mengujungi service center :D

RIP Olga Syahputra

#RIPOlgaSyahputra

Indonesia kembali kehilangan salah satu artis terbaiknya. Komedian Yoga Syahputra (atau yang lebih dikenal dengan Olga Syahputra) telah menghembuskan nafas terakhirnya di Singapura sekitar jam 5.17 sore tadi (GMT+8) atau 4.17 Waktu Indonesia Barat (WIB, GMT+7).

Olga Syahputra menderita penyakit meningitis mulai akhir tahun 2013. Kondisinya makin parah dan masuk rumah sakit sejak April 2014. Dia sudah mencoba menjalani berbagai macam pengobatan, termasuk pengobatan alternatif karena merasa diguna-guna, tetapi tidak sembuh-sembuh juga sebelum akhirnya dipanggil oleh yang di atas sore tadi.

Olga yang lahir pada 8 Februari 1983 meninggal di umurnya yang ke-32 tahun pada tanggal 27 Maret 2015.

Ini bukan kabar hoax seperti yang disebarkan oleh Farhat Abbas pada akhir 2014, tetapi benar-benar berita duka. Untuk para penonton .NET yang sedang menonton sitkom "Saya Terima Nikahnya" tiba-tiba dikejutkan dengan sekilas info tentang berita meninggalnya Olga Syahputra. Info ini sendiri dikonfirmasi oleh Vera (manager Olga Syahputra) yang saat ini tengah berada di Singapura untuk mengurusi segala sesuatunya tentang kematian Olga).

Selamat jalan Olga. Walaupun banyak kontroversi semasa hidupnya, tetapi tidak sedikit juga jasa-jasa yang telah dia berikan kepada orang-orang di sekitarnya dan juga kepada para pemirsa setianya.

Inna lillahi wa inna illaihi raji'un. Semoga diterima amal ibadahnya dan diterima di sisi-Nya.

ImportError: matplotlib requires six | dateutil | pyparsing


Bagi yang sedang dalam tahap mencoba Python dan mencoba mengkolaborasikannya dengan OpenCV pasti masih sering mengalami seringnya mendapatkan synthax error dan belum tahu bagaimana cara mengatasinya. Salah satunya mungkin seperti pesan error yang tertulis pada judul artikel ini, "ImportError: matplotlib requires six," "ImportError: matplotlib requires dateutil," dan "ImportError: matplotlib requires pyparsing."

Pesan-pesan error itu terjadi karena kita belum menginstall module-module tersebut yang dibutuhkan matplotlib untuk menjalankan fungsi-fungsi tertentu. Untuk mengatasinya kita tinggal menginstall saja module-module yang diperlukan tersebut.

Berikut ini adalah langkah-langkahnya (Untuk Windows, saya mencobanya di Windows 7) :

1. Open CMD, jika belum tahu caranya, cara yang paling cepat adalah klik icon "Start Menu" dan ketikkan cmd (tidak case sensitive, jadi bisa menggunakan huruf kecil, huruf besar, atau gabungan keduanya) pada Search Programs and Files.


Pada saat pertama kali membuka CMD, harusnya ada berada di direktori User yang Anda gunakan sekarang, contoh : C:\Users\Admin

2. Akses direktori Scripts di dalam folder Python, dalam hal ini saya menggunakan direktori default (Python 2.7.9), yaitu di C:\Python27\Scripts. Jika Anda juga menggunakan direktori default dan mungkin belum tahu ataupun lupa cara mengaksesnya, berikut ini adalah caranya :


3. Nah sekarang kenapa kita harus berada di direktori Scripts ? Karena kita membutuhkan file pip.exe untuk menginstall module-module tersebut. Berikut ini adalah command-command untuk menginstallnya.

- six -
Ketikkan : pip install six

- dateutil -
Ketikkan : pip install python-dateutil

- pyparsing -
Ketikkan : pip install pyparsing

- pytz - (tambahan)
Ketikkan : pip install pytz

4. Ok, sekarang Anda bisa melanjutkan coding Anda yang sempat tertunda.

Felix Siauw : Selfie Banyak Mudharatnya



Berawal dari membaca berita-berita terbaru di merdeka.com (nyasar dari Google), saya tertarik dengan suatu artikel berjudul "Ustaz Felix Siauw sebut selfie itu berdosa." Berhubung itu adalah berita terbaru pada saat saya baca, saya mencoba langsung menuju ke sumbernya langsung, ke mana lagi kalau bukan twitter page @felixsiauw. Yup, masih ada kicauan-kicauan tersebut di bagian atas timeline.

Berikut ini adalah kicauan-kicauannya, sekalian saja saya berikan komentar pribadi di bawahnya :
1. selfie itu kebanyakan berujung pada | sifat TAKABBUR, atau RIYA, sedikitnya UJUB
//--- Pada dasarnya semua perbuatan bisa menghasilkan ketiga sifat tersebut, tergantung niatnya ---//

2. buat cewek apalagi cowok, lebih baik hindari yang namanya foto selfie | nggak ada manfaatnya malah banyak mudharatnya
//--- Tergantung niat ---//

3. bila kita selfie, mencari pose terbaik, memilih-memilah, lalu takjub dan kagum dengan diri kita | khawatir itu sudah termasuk UJUB
//--- Kalau menurut saya itu hanya untuk kaum alay, menurut saya selfie hanya dilakukan 1-2x tidak perlu banyak-banyak ---//

4. bila kita selfie lalu upload di medsos, berharap -desperately- di-komen, di-like, di-view atau apalah | kita sudah masuk perangkap RIYA
//--- Yup, kalau pendapat saya ini kaum alay ---//

5. bila kita selfie, lalu merasa lebih keren, eksis, lebih baik dari orang lain | jatuhlah kita pada hal yang paling buruk yaitu TAKABBUR
//--- Well, ini mayoritas pengguna media sosial saat ini, terutama dengan jumlah teman atau follower yang cukup banyak ---//

6. ketiganya, UJUB, RIYA, TAKABBUR | mematikan hati, membakar habis amal, dan membuatnya layu bahkan sebelum ia mekar
//--- Benar, untuk perbuatan yang mengandung ketiga rasa tersebut ---//

7. memang ini semua bahasan niat, dan tiada ingin kami menelisik niat | hanya bernasihat dan tunaikan kewajiban berdakwah
//--- Ouw ---//

8. di masa kami dulu, narsis itu aib, sesuatu yang aneh, tidak biasa, dan cenderung gila | narsis di masa kami bukan sesuatu kebiasaan
//--- Masa kami di sini maksudnya masa siapa ? ---//

9. zaman ini banyak Muslimah tanpa malu selfie, satu foto 9 frame | dengan pose wajah yang -innalillahi-, dimana kemuliaan wanita?
//--- Mungkin benar, tetapi sebenarnya tidak apa-apa seperti jika tujuannya hanya untuk konsumsi pribadi ---//

10. alhamdulillah, kami tak pernah berselfie kecuali saat membuat video di Vatikan | saat tak ada yang bisa memegang kamera kecuali batu :)
//--- Pernyataan ambigu, "tak pernah" dan kata "tetapi" yang bisa diartikan menjadi "pernah". No problem, toh sebenarnya tergantung niat dan tujuan ---//

11. alhamdulillah, nggak pernah selfie, karena selalu ada yang mau fotoin dan ada yang bisa diajak foto | makasi ya @ummualila :D
//--- Sebenarnya kalau menurut saya, "difotoin" justru membuat kita lebih narsis daripada selfie dan lebih berpotensi menimbulkan sifat ujub, riya, dan takabbur ---//

12. andai dulu @ummualila demen selfie-an | tentu saya nggak ajak untuk dua-duaan hehe.. XD
//--- Wew, ambigu ---//

13. jadi hati-hati yang doyan selfie, bisa-bisa kamu selfie terus seumur-umur | saudaramu yang nulis ini karena sayang >> @felixsiauw :D
//--- Terserah mereka juga, dan memang lebih baik foto itu untuk konsumsi pribadi ---//

14. mau dengerin alhamdulillah, mau cari pembenaran dengan nyalahin orang yang nasihati juga nggak papa | aku tetep sayang kamu mmuah.. XD
//--- Numpang nyimak gan :D ---//
Yup, semua perbuatan itu sebenarnya tergantung niat dan tujuan saja. Tidak ada salahnya juga selfie, apa itu mengganggu kalau misalnya ada yang selfie hanya untuk konsumsi pribadi saja ? Atau misalnya selfie untuk mengabadikan suatu momen istimewa ? Itu semua tergantung pendapat Anda.

Tidak lupa setelah menuangkan kicauan-kicauan di atas, Felix Siauw lantas men-tweet kalimat berikut :
renungin ucapan Asy-Sya'bi kala dicela | "bila engkau berbohong, semoga Allah mengampunimu, bila engkau benar, semoga Allah mengampuniku"
Jika Ustaz Felix memang salah kita renungi saja tweet tersebut, begitu juga jika pendapat saya salah. Ups, dan juga setelah membaca kicauan-kicauan tersebut saya langsung melihat profil picturenya (bisa dilihat di gambar atas post ini). Aw, sekarang silahkan Anda simpulkan sendiri :)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More