-->

ImportError: matplotlib requires six | dateutil | pyparsing


Bagi yang sedang dalam tahap mencoba Python dan mencoba mengkolaborasikannya dengan OpenCV pasti masih sering mengalami seringnya mendapatkan synthax error dan belum tahu bagaimana cara mengatasinya. Salah satunya mungkin seperti pesan error yang tertulis pada judul artikel ini, "ImportError: matplotlib requires six," "ImportError: matplotlib requires dateutil," dan "ImportError: matplotlib requires pyparsing."

Pesan-pesan error itu terjadi karena kita belum menginstall module-module tersebut yang dibutuhkan matplotlib untuk menjalankan fungsi-fungsi tertentu. Untuk mengatasinya kita tinggal menginstall saja module-module yang diperlukan tersebut.

Berikut ini adalah langkah-langkahnya (Untuk Windows, saya mencobanya di Windows 7) :

1. Open CMD, jika belum tahu caranya, cara yang paling cepat adalah klik icon "Start Menu" dan ketikkan cmd (tidak case sensitive, jadi bisa menggunakan huruf kecil, huruf besar, atau gabungan keduanya) pada Search Programs and Files.


Pada saat pertama kali membuka CMD, harusnya ada berada di direktori User yang Anda gunakan sekarang, contoh : C:\Users\Admin

2. Akses direktori Scripts di dalam folder Python, dalam hal ini saya menggunakan direktori default (Python 2.7.9), yaitu di C:\Python27\Scripts. Jika Anda juga menggunakan direktori default dan mungkin belum tahu ataupun lupa cara mengaksesnya, berikut ini adalah caranya :


3. Nah sekarang kenapa kita harus berada di direktori Scripts ? Karena kita membutuhkan file pip.exe untuk menginstall module-module tersebut. Berikut ini adalah command-command untuk menginstallnya.

- six -
Ketikkan : pip install six

- dateutil -
Ketikkan : pip install python-dateutil

- pyparsing -
Ketikkan : pip install pyparsing

- pytz - (tambahan)
Ketikkan : pip install pytz

4. Ok, sekarang Anda bisa melanjutkan coding Anda yang sempat tertunda.

Felix Siauw : Selfie Banyak Mudharatnya



Berawal dari membaca berita-berita terbaru di merdeka.com (nyasar dari Google), saya tertarik dengan suatu artikel berjudul "Ustaz Felix Siauw sebut selfie itu berdosa." Berhubung itu adalah berita terbaru pada saat saya baca, saya mencoba langsung menuju ke sumbernya langsung, ke mana lagi kalau bukan twitter page @felixsiauw. Yup, masih ada kicauan-kicauan tersebut di bagian atas timeline.

Berikut ini adalah kicauan-kicauannya, sekalian saja saya berikan komentar pribadi di bawahnya :
1. selfie itu kebanyakan berujung pada | sifat TAKABBUR, atau RIYA, sedikitnya UJUB
//--- Pada dasarnya semua perbuatan bisa menghasilkan ketiga sifat tersebut, tergantung niatnya ---//

2. buat cewek apalagi cowok, lebih baik hindari yang namanya foto selfie | nggak ada manfaatnya malah banyak mudharatnya
//--- Tergantung niat ---//

3. bila kita selfie, mencari pose terbaik, memilih-memilah, lalu takjub dan kagum dengan diri kita | khawatir itu sudah termasuk UJUB
//--- Kalau menurut saya itu hanya untuk kaum alay, menurut saya selfie hanya dilakukan 1-2x tidak perlu banyak-banyak ---//

4. bila kita selfie lalu upload di medsos, berharap -desperately- di-komen, di-like, di-view atau apalah | kita sudah masuk perangkap RIYA
//--- Yup, kalau pendapat saya ini kaum alay ---//

5. bila kita selfie, lalu merasa lebih keren, eksis, lebih baik dari orang lain | jatuhlah kita pada hal yang paling buruk yaitu TAKABBUR
//--- Well, ini mayoritas pengguna media sosial saat ini, terutama dengan jumlah teman atau follower yang cukup banyak ---//

6. ketiganya, UJUB, RIYA, TAKABBUR | mematikan hati, membakar habis amal, dan membuatnya layu bahkan sebelum ia mekar
//--- Benar, untuk perbuatan yang mengandung ketiga rasa tersebut ---//

7. memang ini semua bahasan niat, dan tiada ingin kami menelisik niat | hanya bernasihat dan tunaikan kewajiban berdakwah
//--- Ouw ---//

8. di masa kami dulu, narsis itu aib, sesuatu yang aneh, tidak biasa, dan cenderung gila | narsis di masa kami bukan sesuatu kebiasaan
//--- Masa kami di sini maksudnya masa siapa ? ---//

9. zaman ini banyak Muslimah tanpa malu selfie, satu foto 9 frame | dengan pose wajah yang -innalillahi-, dimana kemuliaan wanita?
//--- Mungkin benar, tetapi sebenarnya tidak apa-apa seperti jika tujuannya hanya untuk konsumsi pribadi ---//

10. alhamdulillah, kami tak pernah berselfie kecuali saat membuat video di Vatikan | saat tak ada yang bisa memegang kamera kecuali batu :)
//--- Pernyataan ambigu, "tak pernah" dan kata "tetapi" yang bisa diartikan menjadi "pernah". No problem, toh sebenarnya tergantung niat dan tujuan ---//

11. alhamdulillah, nggak pernah selfie, karena selalu ada yang mau fotoin dan ada yang bisa diajak foto | makasi ya @ummualila :D
//--- Sebenarnya kalau menurut saya, "difotoin" justru membuat kita lebih narsis daripada selfie dan lebih berpotensi menimbulkan sifat ujub, riya, dan takabbur ---//

12. andai dulu @ummualila demen selfie-an | tentu saya nggak ajak untuk dua-duaan hehe.. XD
//--- Wew, ambigu ---//

13. jadi hati-hati yang doyan selfie, bisa-bisa kamu selfie terus seumur-umur | saudaramu yang nulis ini karena sayang >> @felixsiauw :D
//--- Terserah mereka juga, dan memang lebih baik foto itu untuk konsumsi pribadi ---//

14. mau dengerin alhamdulillah, mau cari pembenaran dengan nyalahin orang yang nasihati juga nggak papa | aku tetep sayang kamu mmuah.. XD
//--- Numpang nyimak gan :D ---//
Yup, semua perbuatan itu sebenarnya tergantung niat dan tujuan saja. Tidak ada salahnya juga selfie, apa itu mengganggu kalau misalnya ada yang selfie hanya untuk konsumsi pribadi saja ? Atau misalnya selfie untuk mengabadikan suatu momen istimewa ? Itu semua tergantung pendapat Anda.

Tidak lupa setelah menuangkan kicauan-kicauan di atas, Felix Siauw lantas men-tweet kalimat berikut :
renungin ucapan Asy-Sya'bi kala dicela | "bila engkau berbohong, semoga Allah mengampunimu, bila engkau benar, semoga Allah mengampuniku"
Jika Ustaz Felix memang salah kita renungi saja tweet tersebut, begitu juga jika pendapat saya salah. Ups, dan juga setelah membaca kicauan-kicauan tersebut saya langsung melihat profil picturenya (bisa dilihat di gambar atas post ini). Aw, sekarang silahkan Anda simpulkan sendiri :)

Driver Modem GSM SpeedUp untuk Windows 8.1



Bagi Anda pengguna modem SpeedUp yang bermigrasi ke sistem operasi Windows 8.1 mungkin ada beberapa yang mengalami permasalahan yaitu modemnya tidak terdeteksi (tertulis "No Device") walaupun sudah diinstal driver bawaan dari modemnya.

Ada beberapa yang bisa mengatasinya dengan cara mengupdate driver melalui device manager (khusus yang masih bisa terdeteksi di "Other devices' pada "Device Manager"), tetapi cara yang paling mudah adalah dengan cara mengupdate driver. Dengan cara mengupgrade driver, kita juga sekalian mengupgrade software bawaan modem.

Sebenarnya caranya adalah kita masuk ke link support mereka di http://mlwtelecom.com/support.php, kemudian kita memasukkan serial number atau IMEI modem kita.


Hanya saja ada IMEI yang tidak mungkin dianggap tidak terdaftar walaupun itulah nomor yang tercantum di modem, dan akan mendapatkan pesan error "SNR / IMEI is not registered yet! Contact our customer service."

Karena itulah ada baiknya saya memberikan link driver secara langsung tanpa harus memasukkan IMEI, karena sebenarnya driver yang diberikan setelah kita memasukkan IMEI berlaku secara global (minimal modem GSM buatan SpeedUp, khususnya SpeedUp HSDPA, tidak menjamin berhasil untuk modem CDMA).

Selain bagi Anda yang memerlukan driver untuk Windows 8.1, bagi Anda yang software bawaan modemnya masih di bawah versi berikut ini (9.3.5) juga bisa mengupgrade dengan cara download link di bawah ini.

Berikut adalah link download drivernya :
Driver SU-8650U ver. 9.3.5 Support Win XP/Vista/7/8
Driver SU-8650U ver 9.3.5 Support Win XP, Vista, 7, 8 dan Win 8.1_Dec 2013

Mengatasi Masalah "Insufficient Space" pada Google Play Store versi 5.0

Setelah menunggu sekitar 2 bulan lamanya, akhirnya versi terbaru dari Google Play telah keluar, tanggal pastinya saya agak lupa, yang pasti baru diluncurkan bulan ini, dan untuk ponsel saya sendiri baru update otomatis minggu kemarin.

Logo Google Play Store 5.0
Gambar di atas adalah logo Google Play Store versi 5.0, yang membuat saya sadar bahwa Google Play di device saya sudah update secara otomatis ke versi yang lebih mutakhir (sebelumnya masih versi 4.9.13), dikarenakan icon yang baru ini terlihat sedikit lebih bersinar.

Yang langsung saya lakukan setelah mengetahui bahwa Google Play sudah berganti versi adalah mencoba aktivitas download yang tidak bisa dilakukan di versi sebelumnya. Eng ing eng, ternyata masalah "There is insufficient space in the device" (Tidak adanya cukup ruang pada device) masih terjadi.

Karena ada waktu senggang, saya pun mencoba percobaan di beberapa device android. Dan hasilnya adalah batasan minimum internal memory di tiap-tiap device berbeda, dan saya memang mencoba di device yang mempunyai ukuran internal memory yang berbeda. Tetapi dari nilai yang berbeda-beda tersebut bisa ditarik sebuah rumus.

 Langsung saya contohkan di device utama yang biasa saya gunakan mempunyai internal memory sebesar 4 GB, tetapi setelah dikurangi file-file Operating System hanya tersisa sekitar 2,74 GB.


Nah, untuk device saya yang ini, minimal harus ada sisa sekitar 275 MB setelah menginstal aplikasi baru/update aplikasi. Awalnya saya sendiri merasa aneh, 275 MB kok sudah tidak bisa menambah lagi. Padahal dulu fix sisa internal memory sekitar puluhan MB saja (lupa angka pastinya, 20-40 MB). Akhirnya datanya saya bandingkan dengan device-device yang lain.

Well, setelah sekitar mencoba 4 device, bisa saya simpulkan bahwa sisa internal memory setelah ditambahi aplikasi baru adalah 10% dari batas total space yang ada. Contohnya saja ya device utama saya tadi, total spacenya adalah 2.74 GB, jadi 10 persennya adalah sekitar 275 MB. Verified !

Sebenarnya masuk akal juga angka 10%, karena di bawah angka 10% akan mempengaruhi performa device, yang biasanya kita sebut lemot. Dan juga walaupun kita sudah tidak bisa lagi menambah aplikasi ketika sisa memory internal sudah 10%, tetapi cached data tetap bisa bertambah, itulah yang menyebabkan device kita lemot.

So, kali ini saya bisa memberikan penyelesaian yang paling tepat, yaitu :
| Sisakan memory internal device Anda minimal sebesar 10% setelah ditambah aplikasi baru ataupun update aplikasi. |
| Menggunakan aplikasi "Clean Master" adalah cara paling mudah untuk membersihkan file-file yang kurang berguna. |

| Anda juga bisa memindahkan aplikasi ke memory eksternal jika memang device yang Anda gunakan hanya memiliki memory internal yang cukup kecil. |
 

Jika masih ingin membandel dan menambah aplikasi sampai dengan batas minimum yang lama (puluhan MB saja), bisa merujuk ke tulisan saya sebelumnya :
Mengatasi Masalah "Insufficient Space" pada Google Play Store versi 4.9.13

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More