-->

Blogwalking : Tradisi Positif yang Semakin Langka

Selamat malam sobat pembaca. Ups, belum tentu ya kalian membacanya di malam hari. Yang pasti saya menulis ini pada malam hari ;p

Kali ini saya ingin membahas tentang blogwalking. Apa itu blogwalking? Kalau diartikan secara sederhana sih jalan-jalan ke blog orang lain. Tidak hanya sekedar jalan-jalan tetapi juga sekalian membaca tulisan orang lain dan juga menjalin silaturahmi. Eits, tetapi jangan lupa poin pentingnya. Poin penting dari blogwalking adalah kita meninggalkan jejak sehingga penulis ataupun pembaca lainnya mengetahui bahwa kita telah berkunjung ke blog tersebut.

Nah, di sinilah letak penyebab semakin langkanya tradisi ini. Setidaknya cara untuk meninggalkan jejak ini ada sebelumnya 2 cara, yaitu meninggalkan komen pada chatbox/shoutbox ataupun komen pada postingan tertentu. Nah, di antara kedua cara tersebut yang paling ampuh adalah meninggalkan jejak pada chatbox/shoutbox. Sebentar, chatbox/shoutbox itu apa sih? Haha, untuk blogger yang baru mengarungi dunia perbloggeran mungkin belum tahu atau asing dengan kata chatbox/shoutbox. Ya kalau ingin gambarannya seperti apa sih kira-kira mirip kolom komentar, tetapi bersifat global karena ini termasuk kategori widget. Seperti ini nih penampakannya.

Penampakan Shoutmix
Sumber : http://cdn01.pelfusion.com/wp-content/uploads/2009/06/shoutmix.jpg

Bagaimana? Sudah ada gambaran? Mirip buku tamu lah ya. Kita cukup mengisikan nama, alamat blog/web, dan kemudian komen terserah kita. Cukup menampilkan satu emoticon pun tak mengapa, asalkan jangan sampai spam ya. Pasti akan dihapus oleh pemilik blog kalau dia cukup rajin mengurus blognya.

Terus apa bedanya dengan komentar biasa di sebuah post? Hmm, yang pasti ya, kalau kita hanya sekedar menuliskan blogwalking pada kolom komentar, pastinya itu merupakan sebuah spam. Kalau mengomentari sebuah post itu paling tidak kita harus membahas apa yang ditulis di sana. Selain itu saya rasa kurang etis. Apalagi yang promo website borongan dan promo produk dangan. Hadeeeh!

Kekurangan lainnya adalah hanya dapat dilihat pada post tertentu saja. Tidak akan terlihat secara global oleh pengujung blog tersebut. Ini mengurangi chance kita untuk mendapatkan pengunjung ke blog kita. Bahkan mungkin hampir tidak ada.

Terus apa penyabab semakin langkanya tradisi ini? Menurut saya ada beberapa sebab, antara lain sebagai berikut.

- ShoutMix yang Awalnya Gratis Menjadi Berbayar -
Saya rasa ini alasan utama dari semakin langkanya tradisi ini. Layanan yang sudah ada sejak 2005 ini menjadi widget chatbox/shoutbox yang paling banyak digunakan oleh para blogger. Sayangnya karena pada fitur gratis yang mereka berikan sangat lebih dari cukup, akhirnya tidak ada yang mengupgrade chatbox/shoutbox mereka ke versi pro atau berbayar. Dan menurut sebuah sumber, yang tidak mengupgrade chatbox/shoutbox angkanya lebih dari 99%. Mau tidak mau ini cukup meresahkan pihak ShoutMix sendiri.

Puncaknya, pada tahun 2011/2012 mereka menghapus versi gratis dan mengharuskan blogger untuk membayar jika ingin tetap menggunakan jasa mereka. Sayangnya, entah karena mereka mau balas dendam atau apa, harganya terlampau mahal untuk orang-orang dari negeri ketiga seperti Indonesia. Paket termurah yang mereka tawarkan adalah 5$ per bulan. Wuih, kalau durasinya lifetime sih ok-ok saja harga segitu. Tetapi kalau per bulan? Pikir-pikir dulu. Mungkin jika tarifnya 1$ per bulan masih cukup terjangkau.

Masih ada alternatif sebenarnya, yaitu Cbox. Hanya saja fiturnya sangat jauh jika dibandingkan dengan ShoutMix. Karena itu sebagian besar malah memilih untuk meninggalkan chatbox/shoutbox, termasuk saya. Saya sudah mencoba menggantinya dengan Cbox tetapi responnya sangat sepi sekali, jadi lebih baik dihilangkan daripada menguras kuota pembaca.

- Menjamurnya Sosial Media Sehingga Jumlah Blogger Berkurang -
Yup yup, ini juga menjadi salah satu faktor utama. Pada tahun 2005-2008 sosial media yang paling terkenal adalah Friendster dimana kita tahu fiturnya masih kurang untuk berinteraksi. Satu hal yang positif dari Friendster adalah web designer bisa unjuk gigi di sini. Haha, nostalgia :D

Nah, mulai 2008 ke atas, Facebook dan kawan-kawan mulai bertebaran dan menggerus popularitas Friendster. Walaupun sebenarnya Facebook sudah mulai bisa diakses publik sejak 2006, tetapi baru pada kisaran 2008 mulai terkenal di Indonesia. Friendster pun akhirnya berubah menjadi situs sosial gaming pada 2011, bukan lain menjadi sosial media. Beberapa hak paten mereka juga dibeli oleh Facebook.

Hubungannya terus apaan bro dengan blogwalking? Ups, sampai kelupaan. Hubungannya adalah orang jadi lebih suka menulis pada sosial media mereka, bukan pada blog. Alhasil, jumlah blogger-blogger kreatif dan rajin posting pun berkurang.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Setidaknya itu dua alasan utama mengapa blogwalking menjadi semakin langka. Alasan lainnya mirip-mirip sih, jadi 2 alasan di atas paling tidak sudah mewakilkan itu semua.

Huhu, sayang sekali sebenarnya. Padahal dengan blogwalking kita bisa menambah jumlah pengunjung blog kita dengan cepat dan cukup drastis juga. Sebagai gambaran dulu saya hanya cukup blogwalking ke 10 blog saja, karena saya tipe orang yang suka membaca-baca juga, bukan hanya mengunjungi sebuah blog -> isi chatbox/shoutbox -> out ke blog lain. No no no. Nah dari 10 blogwalking tersebut saja, setidaknya saya bisa mendapatkan sampai dengan 50 kunjungan dari blogger lain. Mantap bukan, apalagi untuk blogger pemula yang ingin blognya segera mendapatkan pengunjung.

Bandingkan dengan mendapatkan pengunjung dari mengandalkan search engine. Untuk mencapai angka 50 pengunjung per hari saja mungkin banyak yang belum bisa melakukannya. Karena itu tidak heran mereka akhirnya menyerah menjadi seorang blogger karena tidak ada yang membaca blog mereka.

Sayangnya (lagi lagi sayang) tradisi blogwaking ini bisa dikatakan akan segera punah. Kolom komentar dalam sebuah post tidak akan bisa menggantikan efektivitas dari chatbox/shoutbox. Akankah ada sebuah inovasi baru yang bisa menggantikan blogwalking? Menarik untuk ditunggu :)

Ketika KeyBCA Tidak Sinkron dengan User ID


Token BCA atau KeyBCA

Ini adalah kejadian kedua saya mengalami KeyBCA yang tidak sinkron dengan user ID KlikBCA sehingga terjadinya kegagalan transaksi pada internet banking. Dan yang aneh keduanya terjadi di hari Jumat, sebelum shalat Jumat pula. Kira-kira satu jam sebelum dimulai shalat Jumat.

Penyebabnya? Untuk kasus yang pertama saya kurang tahu karena saat itu tidak melakukan penelusuran lebih dalam, tetapi untuk yang kedua saya sepertinya tahu apa penyebabnya. Lama tidak dipakai sekitar 6-7 bulan, itulah penyebabnya. Dalam kisaran bulan tersebut kebanyakan saya hanya bertransaksi menggunakan BCA KlikPay yang tentunya lebih mudah tanpa menggunakan token atau untuk BCA disebut KeyBCA ini. Sepertinya kasus yang pertama penyebabnya sama juga.

Yap, sekarang bagaimana solusi atau cara mengatasinya? Saya beritahu kedua cara saya untuk mengatasi permasalahan tersebut.

CARA PERTAMA

Ini adalah cara yang saya pakai hari ini, yaitu cara yang paling umum digunakan. Caranya kita pergi ke cabang BCA terdekat untuk menukarkan KeyBCA yang tidak sinkron tersebut. Kebetulan karena ini hari Jumat dan belum mempunyai pekerjaan di dunia nyata, saya putuskan ke cabang BCA terdekat setelah shalat Jumat.

Sebelum berangkat ke kantor BCA terdekat, saya pastikan dulu apakah KeyBCAnya benar-benar error dengan cara mencoba melakukan transaksi kembali di klikBCA. Ternyata masih sama seperti sebelum shalat Jumat tadi, terdapat pesan error ketika melakukan apply 1, "ANGKA YANG ANDA MASUKKAN DARI KEYBCA ANDA SALAH. SILAHKAN MEMASUKKAN ANGKA YANG BENAR."

ANGKA YANG ANDA MASUKKAN DARI KEYBCA ANDA SALAH. SILAHKAN MEMASUKKAN ANGKA YANG BENAR

Jika menemui pesan error seperti ini, jangan sampai memaksa sampai dengan 3x karena akan mengakibatkan akun klikBCA Anda terblokir. Jika memang penasaran cobalah cukup sekali lagi (total 2x), kemudian jika memang masih terdapat persan error segera logout terlebih dahulu. Kalau memang ngotot Anda telah memasukkan angka yang benar boleh login lagi dan mencobanya lagi. Masih error? Ya itu memang KeyBCAnya tidak sinkron dengan user ID Anda, bukan karena Anda salah memasukkan angka. Segera hentikan itu semua jika Anda masih ingin menggunakan cara ini.

Segeralah saya pergi ke kantor BCA di dekat Lapangan Rampal. Berhubung ini hari Jumat, apalagi hanya beberapa saat setelah shalat Jumat, saya yakin antriannya pasti akan sedikit. Kemungkinan sepi pasti lebih besar daripada BCA pusat di Jalan Basuki Rahmad.

Benar saja setibanya di sana sudah terlihat dari parkirannya hanya terdapat segelintir motor yang terparkir di sana. "Sip, masih sepi", gumam saya. Segera saya parkir motor saya dan menuju ke dalam. Saya sampaikan tujuan saya ke sini kepada satpam yang berjaga di dekat pintu masuk. Dengan segera saya diarahkan ke antrian Customer Service dan diberi nomor antrian.

Nomor Antrian BCA 004Customer Service BCA

Saya mendapat antrian nomor 4. Sedangkan CSnya sedang melayani antrian nomor 2 dan tidak ada orang lain selain saya. Baru setelah saya datang ada 2-3 orang menyusul. Berarti saya next, nomor 3 tidak ada.

Benar dugaan saya, beberapa menit kemudian giliran saya yang dipanggil, dan nomor 3 tidak eksis. Kebetulan CSnya baru 1 kounter saja yang buka. Mas-mas bernama "Mickey" seingat saya yang melayani. Ada papan nama di mejanya. Saya beritahukan bahwa saya ingin mengganti KeyBCA karena tidak sinkron.

Oh, iya jangan lupa siapkan buku tabungan, kartu debit/ATM, KTP/SIM, dan KeyBCA yang tidak sinkron tadi sebelum pergi ke cabang BCA terdekat, karena itu adalah syarat-syaratnya untuk mendapatkan KeyBCA yang baru. Plus uang 10 ribu rupiah jika tidak ingin saldo di rekening anda dikurangi dengan jumlah tersebut.

Kemudian data-data saya dicatat di sebuah lembaran apalah itu, CSnya yang mengisikan. Saya hanya tinggal memberi tanda tangan saja sebanyak 4x. Kemudian CS akan memfotokopi buku tabungan, kartu debit, dan KTP/SIM yang kita bawa tadi. Untuk arsip sepertinya.

Jreng jreng, token baru pun diambilkan, beserta dengan amplop berisi PIN KeyBCA tersebut. Sebelum menggunakan kita disuruh membayar 10 ribu rupiah terlebih dahulu, terserah mau dalam bentuk tunai ataupun pengurangan saldo. Saya pilih pengurangan saldo saja.

Masnya menawarkan untuk sekalian aktivasi KeyBCA sekalian. Ya okelah, login ke KlikBCA seperti biasa, pilih menu Administrasi kemudian aktivasi KeyBCA. Ada 3 baris seingat saya, tapi kita cukup mengisi 2 yaitu nomor kartu debit dan nomor serial KeyBCA yang baru, satu baris lainnya (baris teratas) saya tidak sempat melihatnya karena fokus mendengar panduan dari CS. Yang jelas sudah terisi, mungkin itu user ID KlikBCA kita.

Saya tanyakan kapan kira-kira bisa digunakan. "Besok pagi sudah bisa digunakan mas," kata CSnya. Well, saya ok-ok kan saja daripada tambah lama urusannya. Saya ucapkan terima kasih dan beranjak pulang.

Parkiran BCA Dekat Lapangan Rampal

Di dalam perjalanan pulang saya sambil berpikir, "Besok pagi itu harusnya paling lama, bukan besok baru bisa," kata saya dalam hati. Mengapa? Mirip kasus yang dulu walaupun beda penyelesaian.

Setiba di rumah langsung saya coba melakukan transaksi. Tadaaaa, berhasil. Kesimpulannya memang maksimal 1x24 jam.



CARA KEDUA

Yang kedua ini adalah kasus saya yang pertama. Saat itu karena saya benar-benar yakin bahwa telah memasukkan digit angka pada KeyBCA dengan benar, saya tetap paksakan hingga 3x. Langsung saya melongo melihat itu. Apalagi satu jam lagi sudah mau shalat Jumat. Tertulis peringatan seperti ini :

USER ID ANDA TERBLOKIR
SILAHKAN HUBUNGI HALO BCA

NOMOR REFERENSI : XXXXXXXXX-XXXX-XXXX-XXXX-XXXXXXXXXXXX

Haaa, ini bukan salah saya man! Dengan perasaan dongkol saya telepon Halo BCA. Saya jelaskan kronologinya dan ingin membuka kembali akun KlikBCA yang telah terblokir. Kita akan ditanya mengenai data-data yang kita isikan ketika membuka rekening dulu. Nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, nama ibu, jenis kartu debit, dsb. Kemudian akan diberitahukan bahwa dalam 1x24 jam setelah kita aktivasi ulang dari mesin ATM BCA, user ID KlikBCA kita akan diaktifkan kembali.

Ya ya, ok. Lagi-lagi setelah shalat Jumat saya harus mengurusi beginian, pergilah saya ke ATM BCA di daerah Purwantoro. Lupa menu yang mana, yang jelas "Lain-Lain" kemudian aktivasi internet banking. Semacam itu.

Lima sampai sepuluh menit kemudian saya coba di rumah untuk login ke KlikBCA. Eh, sudah aktif. Dan saya coba transaksi bisa. KeyBCAnya secara "sakti bin ajaib" sinkron kembali dengan user ID saya. Tidak perlu repot mengantri ke kantor BCA, hanya saja biayanya sepertinya sama kisaran 10 ribu rupiah, karena kita harus menelpon Halo BCA.

Tetapi cara ini saya kira cukup praktis terutama jika Anda sibuk dan hanya mempunyai sedikit waktu luang. Daripada harus mengantri lama-lama di kantor BCA mending memaksakan agar user ID KlikBCA terblokir dan mengikuti step di atas. Toh sama saja, apa bedanya user ID terblokir dengan tidak bisa menggunakan KlikBCA untuk transaksi karena token tidak sinkron?

Bisa juga digunakan ketika kantor BCA libur. Yang penting harus ada mesin ATM yang dekat dengan posisi Anda sekarang. Saya sempat Googling juga sebelum menulis tulisan ini tentang problem serupa yang dialami orang yang sedang berada di luar negeri. Cara ini bisa dicoba. Tentunya jika pilihan aktivasi internet banking nantinya bisa diakses di mesin ATM luar negeri ya. Good luck!

Plat Nomor Kendaraan Keluarnya Angin-Anginan

Jaman sudah semakin maju. Harusnya semuanya bisa dikerjakan dengan begitu cepat, begitu juga harusnya dalam hal pembuatan plat nomor kendaraan atau istilah kepolisiannya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Eh, ternyata tidak. Yang terjadi malah sebaliknya, semakin mundur menuju jaman kuno.

Masih fresh dalam ingatan saya entah tahun 2013 atau 2014 dimana salah satu motor yang ada di rumah harus menunggu selama satu tahun lebih untuk mendapatkan TNKB baru. Benar-benar konyol. Alasannya bahannya belum ada. Tendernya alot lah, apa lah. Kenapa tidak sekalian saja kerja sama dengan tukang bikin plat di pinggir jalan? Hitung-hitung berbagi rezeki dan produk mereka pun menjadi sah di mata hukum.

Berdasarkan pengalaman tersebut saya pun tidak mau terburu-buru dalam mengambil TNKB baru untuk Shogun yang biasa saya tunggangi. Ya maklum saja, Shogun pun kebagian plat nomor tidak secara on time, harus menunggu sekitar 3 bulan. Habis pada bulan 9 tahun 2015 dan plat nomor baru bisa diambil pada Januari 2016. Huhu, jelas saja di benak saya langsung teringat kasus yang lama tadi.

Di hari-hari awal pada bulan Januari, tidak terbersit sedikit pun di benak saya untuk pergi ke SAMSAT sebagai urusan utama. Mending sekalian di tanggal-tanggal akhir saja, biar kalaupun belum ada nantinya tidak terlalu kecewa. Toh memakai plat nomor yang lama masih bisa, walaupun konsekuensinya kemungkinan untuk diberhentikan polisi cukup besar. Tinggal tunjukin STNK beres sih. Ada cap stempelnya kan kalau sudah bayar pajak.

Nah, baru tanggal 7 Januari saya meemperhatikan plat nomor sepeda yang lalu lalang. Eh, sudah ada beberapa kendaraan yang menggunakan plat nomor baru. Walaupun bulannya tidak ada yang sama sih, tapi cuma beda 1-2 bulan. Berarti "bahan"-nya sudah ada nih. Ok, nanti Senin saya coba ke SAMSAT.

SAMSAT Kota Malang di Kecamatan Sukun

Jreng, jreng. Senin pun tiba dan saya sudah tiba di kantor SAMSAT. Berbekal STNK dan mengantri beberapa saat di loket pengambilan plat nomor, akhirnya TNKB berhasil didapatkan. Kok cepat? Ya memang jarang yang ke SAMSAT hanya untuk mengambil plat nomor pagi-pagi. Yang lainnya sekalian mengurusi STNK 5 tahunan atau sejenisnya. Jadinya pengambilan platnya pasti agak siang.

Saya lihat sejenak plat nomor baru tersebut. Seperti biasanya catnya kurang rapi, apa cuma di Kota Malang saja yang seperti ini? Entahlah. Yang pasti masih lumayan plat nomor yang saya dapat. Bapak yang sebelumnya juga mengambil plat nomor malah mendapati plat nomornya dalam keadaan semacam peok. Konyol kan? Sudah pengadaan bahannya lama, ada yang cacat lagi.

Ya sudahlah, sekarang mari menuju jasa pendobelan plat, haha apa ya namanya, semacam itulah. Jadi nantinya kita tidak perlu mengebor sendiri plat tersebut untuk memasangnya, terutama untuk motor. Sekalian memperbagus tulisannya juga bisa.

Tetapi tetap saja kesimpulannya ini semua benar-benar konyol. Bayar pajak tidak boleh telat, tetapi plat nomor boleh telat. Hahaha..

Akhirnya Sertifikat TOEFL ITP UB Keluar Juga


Sertifikat TOEFL ITP Universitas Brawijaya

Setelah menunggu sekian lama akhirnya sertifikat TOEFL ITP UB (Universitas Brawijaya) keluar juga. Kira-kira tepat menjelang 3 bulan sejak saya mengikuti tesnya. Tidak heran kalau beberapa mahasiswa yang akan wisuda mengeluh akan lamanya sertifikat ini keluar.

Sebenarnya bukan alasan sih, 3 bulan sebenarnya waktu yang cukup jika kita mempersiapkan persiapan wisuda dengan matang. Toh semester akhir biasanya cuma diisi dengan skripsi doang, kalaupun ada kuliah palingan cuma mengulang 1-2 mata kuliah saja. Umumnya itu ya kalau sekarang, kalau dulu sih masih bakalan banyak mata kuliah yang diulang, khususnya Teknik Elektro UB.

Terus kenapa? Ya harusnya kalian melakukan tes TOEFL di awal-awal semester dimana kalian yakin skripsi kalian selesai. Itu pun paling lambat. Dikira-kira saja. Yang bikin heran itu kok ya ada saja mahasiswa yang tidak tahu persyaratan-persyaratan wisuda. Apa tidak cari informasi atau bagaimana? Hehe, ntahlah. Dan lucunya mereka akan menyalahkan ini itu karena tidak cepat atau apalah. Lho, padahal itu salah kalian sendiri karena tidak menyiapkan diri dan mencari informasi.

Kalau saya sendiri hanya mengambil "jatah" gratisan sebagai mahasiswa UB, padahal dulu sudah mengambil TOEIC :p. Hitung-hitung cari kesibukan sebelum wisuda tempo hari.

Ops, iya ada info yang salah dari post saya sebelumnya. Untuk mendapatkan sertifikat kalian hanya perlu mendapatkan skor 450 ke atas, bukan 500 seperti yang saya tulis di post sebelumnya. Jika di bawah itu kalian hanya akan mendapatkan lampiran nilai saja, bukan sertifikat. Wajar sih, karena nilai di bawah 450 hampir dipastikan tidak bisa dipergunakan untuk keperluan apa-apa. Untuk kerja atau mendaftar S2 kebanyakan ya minimal 450 syarat TOEFLnya.

Untuk itulah jangan sia-siakan kesempatan tes TOEFL ITP gratisan ini yang hanya bisa diikuti sekali saja. Kurang tahu ya kalau bisa diakali, tetapi karena tidak ada persyaratan agar mencapai nilai tertentu harusnya cuma bisa sekali saja. Apalagi setelah kalian tes nilainya akan dimasukkan ke SIAM (siam.ub.ac.id). Jadi harusnya ada database untuk mengecek kalian sudah mengikuti tes ini atau belum. Alangkah sayangnya jika tidak mendapatkan nilai 450 ke atas, terutama jika kalian berencana menjadi jobseeker atau melanjutkan ke jenjang S2 setelah menjadi sarjana.

Skor saya? Hehe, ada deh. Yang pasti dapat sertifikat. Dan cukup bisa digunakan untuk melamar pekerjaan ataupun mendaftar S2. Sebenarnya nyesel juga, terutama tes bagian structure dan reading. Manajemen waktu kurang bagus akhirnya beberapa ngawur saja daripada kosong, hahaha. Dan lagi semenjak SMA saya tidak pernah belajar sebelum apa yang namanya tes, ulangan, kuis, atau istilah sejenisnya. Pure hanya menggunakan ingatan dan pengetahuan yang sudah saya ketahui saja.

Sedangkan untuk bagian listeningnya no comment, jujur tidak terbiasa mendengarkan suara nggeremeng akibat terlalu ngebass, kalaupun nggeremeng saya baru bisa mendengarkan dengan jelas ketika menggunakan headset/headphone. Lumayanlah tapi untuk tes pertama yang saya jadikan sebagai try out ini. Kalau butuh skor agak tinggi baru nanti ikut tes lagi :D

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More